Total Tayangan Halaman

Kamis, 06 April 2017

MOTIVASI, PENGAJARAN DAN PEMBELAJARAN

MOTIVASI, PENGAJARAN DAN PEMBELAJARAN

Motivasi adalah proses yang member semangat, arah, dan kegigihan perilaku.

Perspektif tentang Motivasi

Perspektif Behavioral menekankan imbalan dan hukuman eksternal sebagai kunci dalam menentukan motivasi.
 Insentif adalah kejadian atau stimuli positif atau negatif yang dapat memotivasi perilaku.
Perspektif Humanistis menekankan pada kapasitas seseorang untuk mengembangkan kepribadian, kebebasan untuk memilih nasib mereka. Hierarki kebutuhan Maslow, kebutuhan individual harus dipuaskan dalam urutan sebagai berikut : fisiologis, keamanan, cinta dan rasa memiliki, harga diri, dan aktualisasi diri.
  • ·         Fisiologis : lapar, haus, tidur
  • ·         Keamanan (safety) : bertahan hidup
  • ·         Cinta dan rasa memiliki : keamanan (security), kasih sayang dan perhatian dari orang lain
  • ·         Harga diri : menghargai diri sendiri
  • ·         Aktualisasi diri : realisasi potensi diri

Aktualisasi diri adalah motivasi untuk mengembangkan potensi diri secara penuh sebagai manusia.
Perspektif kognitif menekankan arti penting dari penentuan tujuan, perencanaan dan monitoring kemajuan menuju suatu tujuan. Motivasi kompetensi ide bahwa orang termotivasi untuk menghadapi lingkungan mereka secara efektif, menguasai dunia mereka, dan memproses informasi secara efesien.
Perspektif Sosial kebutuhan afiliasi atau keterhubungan adalah motif untuk berhubungan dengan orang lain secara aman.

MOTIVASI UNTUK MERAIH SESUATU
1.   Motivasi Ekstrinsik dan Intrinsik
Motivasi Ekstrinsik adalah melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain (cara untuk mencapai tujuan). Motivasi Intrinsik adalah motivasi internal untuk melakukan sesuatu demi sesuatu itu sendiri (tujuan itu sendiri).
2.   Determinasi Diri dan Pilihan Personal
Salah satu pandangan tentang motivasi intrinsik menekankan pada determinasi diri.
3.   Pengalaman optimal
4.    Imbalan ekstrinsik dan motivasi intrinsik
5.    Pergeseran developmental dalam motivasi ekstrinsik dan intrinsik

Proses Kognitif Lainnya

1. Atribusi
Teori atribusi menyatakan bahwa dalam usaha mereka memahami perilaku atau kinerjanya sendiri, orang-orang termotivasi untuk menemukan sebab-sebab yang mendasarinya
  •  Lokus
  • ·Stabilitas
  •  Daya kontrol

2. Motivasi untuk Menguasai
Terdapat respons berbeda terhadap tantangan atau situasi sulit :
·         Orientasi untuk menguasai, pandangan personal yang melibatkan penguasaan atas tugas, sikap positif dan strategi berorientasi solusi.
·         Orientasi tak berdaya (helpless orientation), pandangan personal yang fokus pada ketidakmampuan personal, atribusi kesulitan pada kurangnya kemampuan, dan sikap negatif.
·         Orientasi kinerja, pandangan personal yang lebih menitikberatkan pada kinerja/hasil ketimbang proses nya.
3. Self-Efficacy (keyakinan ada diri sendiri)
Keyakinan bahwa seseorang bisa menguasai situasi dan memproduksi hasil positif.
4. Penentuan Tujuan, Perencanaan, dan Monitoring Diri

Kecemasan dan Prestasi

Kecemasan (anxiety) adalah perasaan takut dan kegundahan yang tidak jelas dan tidak menyenangkan.

MOTIVASI, HUBUNGAN DAN KONTEKS SOSIOKULTURAL

Motif sosial adalah kebutuhan dan keinginan yang dikenal melalui pengalaman dengan dunia sosial.

Hubungan Sosial
1. Orang Tua
Karakteristik demografis, praktik pengasuhan anak, dan provisi pengalaman spesifik di rumah
2. Teman Sebaya
3. Guru
4. Guru dan Orang Tua


Konteks Sosiokultural
1. Status Sosioekonomi dan Etnisitas
2. Gender

MURID BERPRESTASI RENDAH DAN SULIT DIDEKATI

Murid yang Tidak Bersemangat

1.  Murid berprestasi rendah dengan ekspektasi kesuksesan yang rendah
2.  Murid dengan sindrom kegagalan, sindrom kegagalan adalah murid memiliki ekspetasi rendah untuk meraih kesuksesan dan menyerah saat menghadapi kesulitan awal.
3.  Murid yang termotivasi untuk melindungi harga dirinya dengan menghindari kegagalan.

Murid yang Tidak Tertarik atau Teralienasi (Terasing)

Strategi yang dapat membantu murid adalah dengan membangun hubungan yang positif dengan murid tersebut, membuat sekolah menjadi lebih menarik bagi mereka, strategi mengajar yang lebih menyenangkan, dan mempertimbangkan penggunaan mentor dari komunitas atau murid yang lebih tua sebagai orang pendukung bagi murid.


Pendekatan Behavioral dan Kognitif Sosial

Pendekatan Behavioral dan Kognitif Sosial

  Pembelajaran (learning) adalah pengaruh permanen atas perilaku, pengetahuan, dan keterampilan berpikir, yang diperoleh melalui pengalaman.
  Behaviorisme adalah pandangan bahwa perilaku harus dijelaskan melalui pengalaman yang dapat diobservasi.
  Proses mental adalah pikiran, perasaan, dan motif yang tak dapat diobservasi oleh orang lain.

Kognitif

  Pendekatan kognitif sosial menekankan bagaimana faktor perilaku, lingkungan, dan orang(kognitif) saling berinteraksi memengaruhi proses pembelajaran.
 Pemrosesan informasi, menitikberatkan pada bagaimana anak memproses informasi melalui perhatian, ingatan, pemikiran, dan proses kognitif lainnya.
·         Konstruktivis kognitif, menekankan konstruksi kognitif terhadap pengentahuan dan pemahaman.
·         Konstruktivis sosial, focus pada kolaborasi dengan orang lain untuk menghasilkan pengetahuan dan pemahaman.

PENDEKATAN BEHAVIORAL UNTUK PEMBELAJARAN

Pengkodisian klasik adalah tipe pembelajaran dimana suatu organism belajar untuk mengaitkan atau mengasosiasikan stimuli. Teori pengkodisian klasik Pavlov memahami dua tipe stimuli dan dua tipe respons: unconditioned stimulus (US), unconditioned response (UR), conditioned stimulus(CS), conditioned response(CR).

Generalisasi, Diskriminasi, dan Pelenyapan

Generalisasi dalam pengkodisian klasik adalah tendensi dari stimulus baru yang sama dengan conditioned stimulus yang asli untuk menghasilkan response yang sama.
Diskriminasi dalam pengkodisian klasik terjadi ketika organism merespons stimuli tertentu tetapi tidak merespons stimuli lainnya.
Pelenyapan (extinction) dalam pengkodisian klasik adalah pelemahan conditioned response (CR) karena tidak adanya unconditioned stimulus (US)
Desensitisasi Sistematis adalah metode yang didasarkan pada pengkodisian klasik yang dimaksudkan untuk mengurangi kecemasan dengan cara membuat invidudu mengasosiasikan relaksasi dengan visualisasi situasi yang menimbulkan kecemasan.

Pengkodisian Operan

Pengkodisian Operan juga dinamakan”pengkodisian instrumental” adalah sebentuk pembelajaran dimana konsekuensi-konsekuensi dari perilaku menghasilkan perubahan dalam probabilitas perilaku itu akan diulangi.

Hukum efek adalah prinsip bahwa perilaku yang diikuti dengan hasil positif akan diperkuat dan perilaku yang diikuti hasil negatif akan diperlemah.

Penguatan(imbalan) adalah konsekuensi yang meningkatkan probabilitas suatu perilaku yang akan terjadi.

Hukuman (punishment) adalah konsekuensi yang menurunkan probabilitas terjadinya suatu perilaku.

Penguatan positif adalah frekuensi respons meningkat karena diikuti dengan stimulus yang mendukung (rewarding).
Contoh : Memuji orangtua yang mau hadir dalam rapat orangtua-guru mungkin akan mendorong mereka untuk kelak ikut rapat lagi.
Penguatan negative adalah frekuensi respons meningkat karena diikuti dengan penghilangan stimulus yang merugikan (tidak menyenangkan)
Contoh : Jika Anda sakit kepala , minum aspirin, dan sakit kepala lenyap. Minum aspirin adalah akan diperkuat jika tindakan ini mengurangi rasa sakit kepala.

ANALISIS PERILAKU TERAPAN DALAM PENDIDIKAN

Analisis perilaku terapan adalah penarapan prinsip pengkondisian operan untuk mengubah perilaku manusia.

Meningkatkan Perilaku yang Diharapkan
  • ·         Memilih penguat yang efektif
  • ·         Menjadikan penguat kontingen dan tepat waktu
  • ·         Menggunakan perjanjian
  • ·         Menggunakan prompt dan shaping

Mengurangi Perilaku yang Diharapkan
·         Menggunakan penguatan diferensial
·         Menghentikan penguatan (pelenyapan)
·         Menghilangkan stimuli yang diinginkan
·         Memberikan stimuli yang tidak disukai (hukuman)

PENDEKATAN KOGNITIF SOSIAL UNTUK PEMBELAJARAN
  
Teori Kognitif Sosial Bandura adalah teori Bandura yang menyatakan bahwa faktor sosial dan kognitif, dan juga faktor perilaku, memainkan peran penting dalam pembelajaran.
Self-efficacy adalah keyakinan bahwa seseorang bisa menguasai situasi dan menghasilkan hasil positif.

Pembelajaran Observasional

  Pembelajaran Observasional juga dinamakan imitasi atau modeling adalah pembelajaran yang dialakukan ketika seseorang mengamati dan meniru perilaku orang lain.
         Studi boneka bobo klasik
 Model pembelajaran observasional kontemporer Bandura:
·         Atensi (perhatian)
·         Retensi
·         Produksi
·         Motivasi

Pendekatan Perilaku Kognitif dan Regulasi Diri
  
Pendekatan perilaku kognitif adalah mengubah perilaku dengan menyuruh orang untuk memonitor, mengelola, dan mengatur perilaku mereka sendiri, bukan dipengaruhi melalui faktor eksternal.
   Pembelajaran Regulasi Diri adalah memunculkan dan memonitor sendiri pikiran, perasaan dan perilaku untuk mencapai suatu tujuan.
Karakteristik dari pelajar regulasi diri:
·         Bertujuan memperluas pengetahuan dan menjaga motivasi.
·         Menyadari keadaan emosi mereka dan punya strategi untuk mengelola emosinya.
·         Secara periodic memonitor kemajuan kea rah tujuannya.
·         Menyesuaikan atau memperbaiki strategi berdasarkan kemajuan yang mereka buat.

·         Mengavaluasi halangan yang mungkin muncul dan melakukan adaptasi yang diperlukan.

PERENCANAAN , INSTRUKSI DAN TEKNOLOGI

PERENCANAAN , INSTRUKSI DAN TEKNOLOGI


Sering dikatakan jika orang gagal membuat rencana, maka dia merencanakan kegagalan. Banyak orang sukses menghubungkan prestasi mereka dengan perencanaan yang efektif. Pembahasan di bab ini akan mendeskripsikan apa itu perencanaan instruksional dan kerangka waktu dari perencanaan.

Perencanaan instruksional

Perencanaan adalah aspek penting untuk menjadi guru kompeten (parkay & mass, 2000). Perencanaa instruksional adalah pengembangan atau penyusunan strategi sistematik dan tertata untuk merencanakan pelajaran. Guru sering menentukan seperti apa dan bagaimana mereka mengajar. Banyak kepala sekolah dan pengawasan sekolah meminta guru untuk menulis rencana tertulis dalam beberapa kasus anda mungkin diminta untuk menyerahkan rencana pelajaran anda seminggu sebelum anda mengajar.

Kerangka Waktu

menyusun rencana waktu sistematis membutuhkan  pengetahuan tentang apa-apa yang perlu dilakukan dan kapan melakukannya, atau perlu fokus oada “tugas” dan “waktu”. Berikut ini salah satu contoh rencana dan tugas (douglas & douglas, 1993).
apa yang perlu dilakukan :

1. Menentukan tujuan instruksional (apa yang harus saya capai?)
2. Merencanakan kegiatan (apa yang harus saya lakukan untuk mencapai tujuan ?)
3. Menentukan prioritas (tugas mana yang lebih penting ?)
waktu melakukannya :
4. Membuat estimasi waktu (berepa lama waktu yang dibutuhkan setiap kegiatan ?)
5. Membuat jadwal (kapan kegiatan akan dilakukan ?)
6. Fleksibel (bagaimana saya akan menangai situasi yang tak terduga ?)

PERENCANAAN DAN INSTRUKSI PELAJARAN TEACHER-CENTERED

Biasanya, fokus di sekolah adalah pada perencanaan dan instruksi guru. Dalam pendekatan ini, prencanaan dan instruksi disusun dengan ketat dan guru mengarahkan pembelajaran murid

Perencanaan pelajaran Teacher-Centered
Tiga alat umu di sekolah berguna dalam perencanaan Teacher-Centered  adalah menciptakan sasaran behavioral(perilaku), menganalisa tugas, dan menyusun taksonomi instruktural
Mencipatakan Sasaran Behavioral. Sasaran Behavioral adalah pernyataan tentang perubahan yang diharapkan oleh guru akan terjadi dalam kinerja murid. Menurut Robert Mager(1962). Sasaran behavioral harus spesifik. Mager percaya bahwa sasaran behavioral harus mengandung 3 bagian:

1. Perilaku murid. Fokus pada apa yang akan dipelajari atau di lakukan murid.
2. Kondisi di mana perilaku terjadi. Menyatakan bagaimana perilaku akan dievaluasi atau dites.
3. Kriteria kinerja. Menentukan level kinerja yang dapat diterima.
Belakangan ini, sekelompok psikolog pendidikan memperbarui pengetahuan bloom dan dimensi proses kogntifnya berdasarkan teori dan temuan terbaru(Anderson & Krathwol, 2001). Dalam update ini, dimensi pengetahuan mengandung 4 kategori, yang bereda di kontinum dari konkret(faktual) sampai abstrak(metakognisi).
·         Faktual. Elemen dasar harus diketahui murid agar bisa menguasai suatu disiplin ilmu dan memecahkan problem didalamnya (kosakata teknis, sumber informasi).
·         Konseptual. Kesalinghubungan antar-elemen dasar di dalam struktur yang lebih besar yang membuatnya bisa berfungsi bersama (periode waktu geologis, bentuk kepemilikan bisnis)
·         Prosedural. Bagaimana melakukan sesuatu, metode penelitian, dan kriteria untuk menggunakan suatu keahlian (keahlian yang di pakai melukis dengan cat warna, teknik wawancara).
·         Metakognitif. Pengetahuan kognisi dan kesadaran akan kognisi seseorang (pengetahuan tentang penjelasan dan strategi untuk mengigat)
Dalam  update dimensi proses kognitif, enam kategori berada di dalam kontinum dari kurang kompleks (mengingat) sampai lebih kompleks (mencipta) :
·         Mengingat, mengambil pengetahuan relevan dari memori jangka panjang (mengetahui tanggal-tanggal dalam sejarah).
·         
        Memahami, mengonstruksikan makna dari intruksi yang mencakup mengiteprestasi, mencotohkan, mengklasifikasikan, meringkas, mengambil  kesimpulan, membandingkan dan menjelaskan.
·         
        Mengaplikasikan. Menggunakan suatu prosedur dalam sistuasu tertentu (menggunakan hukum fisika dalam waktu yang tepat).
·         
         Menganalisi, memecah materi menjadi komponen dan menentukan bagaimana bagian-bagian itu saling berhubungan satu sama lain dan bagaimana mereka berhubungan dengan keseluruhan .
·         
         Mengevaluasi, membuat penilaian berdasarkan kriteria dan standar tertentu .
·         
         Mencipta, menyatukan elemen-elemen membentuk satu kesatuan yang koheren atau fungsional, mereorganisasi elemen-elemen ke dalam pola atau struktur baru.

INSTRUKSI LANGSUNG
Instruksi langusung adalah pendakatan teacher-centered yang terstruktur yang dicirikan oleh arahan dan kontrol guru, ekspektasi guru yang tinggi atas kemajuan murid untuk tugas-tugas akademik dan usaha guru untuk meminimalkan pengaruh negatif terhadap murid.

STRATEGI INSTRUKSIONAL TEACHER-CENTERED
Banyak strategi teacher-centered merefleksikan instruksi langsung. Disini kita akan berbicara tentang mengorientasikan murid pada materi baru; mengajar, menjelaskan dan mendemonstrasikan; menanyakan dan diskusi; tugas kelas, dan pekerjaan rumah.
Mengorientasikan. Sebelum menyajikan dan menjelaskan materi baru, kerangka pelajaran dan orientasikan murid ke materi tersebut.

1.       Review aktifitas sehari sebelumnya
2.       Diskusikan sasaran pelajaran
3.       Beri instruksi yang jelas dan eksplisit tentang tugas yang harus dilakukan
4.       Beri ulasan atas pelajaran untuk hari ini

Orientasi dan strukturisasi pada pelajaran itu memengaruhi perbaikan prestadi murid.
Advance organizer adalah aktivitas dan teknik pengarajaran dengan membuat kerangka pelajaran dan mengorientasikan murid pada materi itu diajarankan.
Expository advance organizer adalah pengetahuan baru yang di berikan kepada murid yang akan mengorientasikan mereka ke pelajaran yang akan datang.
Comparative advance organizer adalah memperkenalkan materi baru dengan mengaitkannya dengan apa yang sudah diketahui murid.

Pengajaran, penjelasan dan demonstrasi. Pengajaran paparan/ceramah , penjelasan dan demonstrasi adalah aktivitas yang biasa dilaukan guru dalam pendekatan instruksi langsung.
Pertanyaan dan diskusi. Diskusi dan pertanyaan perlu diintegrasikan ke dalam pendekatan instruksi teacher-centered
Mastery learnig. Pembelajaran satu konsep atau topik secara menyeluruh sebelum pindah konsep yang lebih sulit.
Seatwork. Seatwork (“tugas di bangku kelas”) adalah menyuruh semua murid atau sebagian murid untuk belajar sendiri-sendiri atau di bangku mereka.

Pusat pusat pembelajaran adalah alternatif yang baik selain belajar di kelas.
  Pekerjaan rumah. Keputusan instruksi penting lainnya adalah seberapa banyak dan apa jenis pekerjaan rumah yang harus diberikan kepada murid.
·         Perkerjaan rumah memberikan efek positif jika didistribusikan selama periode waktu tertentu,  ketimbang jika di berikan sekaligus dalam satu waktu.
·         Pekerjaan rumah berefek lebih besar pada mata pelajaran matematika, membaca dan bahasa ketimbang pada pelajaran sains (IPA) dan studi sosial (IPS).
·         Untuk murid sekolah menengah, optimalnya adalah satu atau dua jam pekerjaan rumah semalam. Murid SMA akan mendapat banyak pekerjaan rumah, tetapi tidak jelas berepa maksimum jumlah jam belajar yang seharusnya.
Pekerjaan rumah dapat menjadi alat yang bagus untuk meningkatkan pembelajaran, terutama di SMP dan SMA. Namun , adalah penting untuk membuat pekerjaan rumah menjadi bermakna.

PERENCANAAN DAN INSTRUKSI PELAJARAN LEARNED-CENTERED

Pendekatan pemrosesan informasi dan konstruktivis, yang didiskusikan di bab 2,8,9,10 dan 11 merupakan dasar teoritis untuk perencanaan dan instruksi learned-centered.

Prinsip learned-centered
instruksi dan perencanaan learner-centered adalah siswa, bukan guru. Dalam sebuah studi persepsi murid terhadap lingkungan pembelajaran yang positif dan hubungan interpersonal dengan guru merepukan faktor paling yang memperkuat motivasi dan prestasi murid.

Prinsip learner-centered yang di kembangkan oleh gugus tugas America Psychological 
Association(APA) dapat diklasifikasikan berdasarkan empat faktor  dan metakognitif, motivasional dan emosional, perkembangan dan sosia, dan perbedaan individual.
Faktor Kognitif dan Metakognitif
1.       Sifat proses pembelajaran. Pembelajaran subjek materi yang kompleksakan sangat efektid jika dilakukan dengan melalui proses pengkonstruksian dari informasi dan pengalaman.
2.       Tujuan proses pembelajaran. Pelajar yang sukses, dengan bantuan dari doman instrusional, dapat menciptakan representasi pengetahuan yang bermakna dan koheren.
3.       Konstruksi pengetahuan. Pelajara yang sukses bisa menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah dimilikinya dengan cara yang mangandung makna tertentu.
4.       Pemikiran strategis. Pelajar yang sukses dapat menciptakan dan menggunakan berbagai strategi pemikran dan penalaran untuk mencapai tujuan pembelajaran.
5.       Memikirkan tentang pemikiran(metakognisi). Pelajar yang sukses adalah pelajar metakognitif, mereka merenungkan cara mereka belajar dan berfikir, menentukan kemajuan mereak menuju tujuan pembelajaran yang reasonable.
6.       Konteks pembelajaran. Pembelaran tidak terjadi di ruang hampa. Pembelajaran di pengaruhi oleh faktor lingkungan seperti kultur, teknologi, dan praktik instruksional
Faktor Motivasi dan Emosional
7.        Pengaruh motivasi dan emosi terhadap pembelajaran. Apa dan seberapa banyak hal-hal yang dipelajari akan mempengaruhi motivasi pelajar.
8.       Motivasi intrinsik untuk balajar. Motivasi intrinsik adalah motivasi dari diri sendiri.
9.       Efek motivasi terhadap usaha.  Usaha adalah aspek penting dari motivasi belajar.
Faktor Sosial dan Developmental
10.   Pengaruh perkembangan pada pembelajaran. Individu akan belajar dengan baik apabila pembelajarannya sesuai dengan tingkat perkembangan.
11.   Pengaruh sosial terhadarp pembelajaran. Pembelejaran di pengaruhi interaksi sosial, hubungan interpersonal, dan komunikasi adengan orang lain.
Faktor perbedaan individual
12.   Perbedaan individual dalam pembelajaran. Anak punya strategi berbeda, pendekatan berbeda, dan kemampuan berbeda untuk belajar.
13.   Pembelajaran dan diversitas. Pembelajaran akan lebih efektif jika perbedaan bahasa, kultural, dan latar belakang sosial murid ikut dipertimbangkan.
14.   Standar dan penilaian
Beberapa strategi instruksional learner-centered :
Pembelajaran berbasih problem. Menekankan pada pemecahab problem kehidupan nyata. Kurikulum berbasis problem akan memberi problem riil kepada murid,  yakni problem yang muncul dalam kehidupan sehari-hari
Pembelajaran berbasis problem adalah pendekatan learner-centered. Dalam pembelajaran berbasis problem, perencanaan dan instruksinya sangat berbeda dengan pendekatan teacher-centered.
Pertanyaan esensial. Pertanyaan esensial adalah pertanyaan yang merefleksikan inti dari kurikulum, hal yang paling penting untuk dieksplorasi dan di pelajari oleh murid
Pembelajaran penemuan. Pembelajaran penemuan (Discovery learning)
Pembelajaran dimana murid menyusun pemahaman sendiri. Pembelajaran penemuan berbeda dengan pendekatan instruksi langsung, dimana guru menjelaskan secara langsung informasi kepada murid. Dalam pembelajaran penemuan , murid harus mencari tahu sendiri. Pembelajaran penemuan ini berhubungan dengan setiap kali anda memberi tahu murid maka murid tidak belajar.
Penemuan dengan bimbingan (guided discovery) dimana murid di dorong untuk menyusun sendiri pemahamannya, tetapi juga di bantu dengan pertanyaan dan pengarahan dari guru.

TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN

Teknologi adalah tema penting dalam pendidikan sehingga selalu dibahas dalam setiap buku setiap buku ini. Di setiap bab anada akan membaca kotak teknologi dan pendidikan yang berhubungan dengan dengan isi bab

Revolusi Teknologi
Murid-murid dewasa ini tumbuh di dunia yang jauh berbeda dengan di mana ketika orang tua dan kakek mereka masih menjadi murid.  Jika murid ingin siap kerja, teknologi harus jadi bagian integral dari setiap sekolah dan pelajaran di kelas.
Revolusi teknologi adalah bagian dari masyarakat informasi dimana kita hidup orang menggunakan komputer, bolpoin, surat dan telepon untuk berkomunikasi.

Internet
internet adalah inti dari komunikasi melalui komputer. Sistem internet berisi ribuan jaringan komputer yang terhubung di seluruh dunia, menyediakan informasi yang tak terhingga yang dapat di akses murid.

World wide web (web) adalah sistem pengambilan informasi hypermedia yang menghubungkan berbagai materi internet; materi ini mencakup teks dan gambar web memberi struktur yang dibutuhkan internet.

Website adalah lokasi individu atau organisasi di internet. Website menampilkan informasi yang dimasukan individu atau organisasi

Email adalah singkatan dari electronic-mail dan merupakan bagian penting lain dari internet. Pesan dapat diterima dan dikirim dari individu atau dari banyak individu

Teknologi dan Diversitas sosiokultural
Komputer sering di pakai untuk aktivitas  yang berbeda dikelompok sosiokultural yang berbeda. Sebaliknya, sekolah yang mempunyai lebih aktivitas pembelajaran yang lebih aktif dan konstruktif. Anak lelaki lebih mungkin menggunakan komputer untuk aplikasi matematika dan sains, sedangkan anak perempuan untuk penemuan dan penulisan
Berikut ini beberapa rekomendasi untuk mencegah atau mengurangi kesenjangan dalam akses dan penggunaan komputer :
  • ·         Saring materi teknologi untuk menghilangkan bias gener, kultur dan etnis
  • ·         Gunakan teknologi sebagai alat untuk menyediakan  kesempatan pembelajaran yang aktif dan konstruktif untuk semua murid dan semua latar belakang gender, kultur dan etnis.
  • ·         Beri murid informasi tentang pakar dan latar belakang gender dan etnis yang berbeda yang menggunakan teknologi secara efektif di dalam kehidupan dan karier mereka.
  • ·         Bicaralah dengan orang tua tentang pemberian aktivitas belajar berbasis komputer dirumah.


Standar untuk Murid yang “Melek Teknologi”
International society for technology in education(2000) berkerja sama dengan US Department of Education, telah mengembangkan standar untuk anak yang mencapai level grade yang berbeda. Berikut ini adalah ringkasan untuk grade pra-taman kanak-kanak sampai grade 2, 3 sampai 5, 6 sampai 8, dan grade 9 sampai 12.

Pra-teman kanak-kanak sampai grade 2
  • ·         Gunakan alat input dan output
  • ·         Guanakan variasi media dan teknologi untuk mengarahkan aktivitas pembelajaran yang independen
  • ·         Gunakan sumber multimedia yang pas
  • ·         Gunakan sumber daya teknologi
  • ·         Tunjukan perilaku etis dan sosial positif saat menggunakan teknologi

Grade 3 sampai 5
  • ·         Gunakan keyboard dan alat input dan output secara efektif
  • ·         Diskusikan penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari dan keuntungan dan kerugian penggunaan itu
  • ·         Gunakan alat teknologi untuk kegiatan menulis dan berkomuniakasi
  • ·         Gunakan teknologi secara efektif untuk mengakses informasi di tempat yang jauh, berkomunikasi dengan orang lain, dan mencari informasi yang menarik secara personal.
  • ·         Gunakan telekomunikasi dan sumber daya online  untuk berpartisipasi dalam proyek pembelajaran bersama
  • ·         Gunakan sumber daya teknologi untuk pemecahan masalah dan pembelajaran mandiri

Grade  6 sampai 8
  • ·         Aplikasikan strategi untuk mengidentifikasi dan memecahkan problem ware dan software yang muncul dalam penggunaan sehari-hari
  • ·         Tunjukan pengetahuan tentang perbuban dalam teknologi informasi dan efeknya terhadap lapangan kerja dan masyarakat.
  • ·         Gunakan alat spesifik, software, dan simulasi untuk mendukung pembelajaran dan riset
  • ·         Desain, kembangkan, publikasikan, dan paparkan produk
  • ·         Teliti dan evaluasi akurasi, relevansi, dan bias dari sumber informasi elektronik yang berkaitan dengan problem dunia nyata.

 Grade 9 sampai 12
·         Identifikasi kapabilitsa dan keterbatasan dari teknologi kontemporer dan nilailah potensi sistem dan layanan ini untuk memenuhi kebutuhan personal dan pekerjaan
·         Gunakan sumber daya teknologi untuk mengelola dan mengkomunikasikan informasi personal dan profesional
·         Gunakan sumber daya online untuk memenuhi kebutuhan riset, publikasi, komunikasi, dan produktivitas

·         Pilih dan aplikasikan alat teknologi untuk riset, analisis informasi dan pemecahan problem dan pembelajaran materi.

Kamis, 02 Maret 2017

Tugas MK Psikologi Pendidikan (Psikologi pendidikan dengan teknologi)


KELOMPOK 8

Muhammad Ridho Nst (16-165)
Tamara Dwi Astari (16-178)
Putri Dina Lorenza (16-185)
Nalda Kirana (16-198)
Putri Dwinastiti (16-200)
Karin Dira Amira (16-222)
Ifan Lubis (16-223)


1. Bagaimana pandangan dan penilaian kelompok anda sehubungan dengan kewajiban setiap mahasiswa yang mengikuti mata kuliah psikologi pendidikan 2 sks harus memiliki email dan blog ditinjau dari uraian psikologi pendidikan dan fenomena pendidikan di Indonesia, Medan khususnya.

Menurut pandangan kelompok kami, menggunakan email dan blog penting, karena saat ini dunia pendidikan menerapkan penggunaan teknologi untuk membantu proses kegiatan belajarmengajar, khususnya medan. Meskinpun tidak banyak perguruan tinggi menggunakan e-learning sebagai media pembelajaran, tetapi mayoritas mahasiswi maupun pelajar di medan sudah mengenal dunia blog dan email itu melalui lingkungan luar. Jadi, mahasiswa sudah seharusnya memiliki blog dan email, karena itu dapat membantu mereka untuk menambah wawasan pengetahuan dan juga dapat berkomunikasi dengan dosen maupun temannya yang lain, tidak hanya orang terdekat saja, bisa juga dengan kerabat di luar negri. Di dalam blog kita bisa memasukan artikel-artikel apapun yang berguna untuk siapa saja. Orang lain dapat memperoleh ilmu dari artikel kita dengan hanya membuka link blog milik kita. Penggunaan blog dan email tidak terbatas pada daerah terdekat saja, tetapi seluruh dunia. Selain itu penggunaan blog dan email dalam pendidikan sangat penting agar kita lebih nyaman menggunakan fasilitas yang ada di kita, dan tidak terlalu monoton, selain itu juga kita bisa dimanapun dan kapanpun dapat belajar dengan mudah, tidak harus bertatap muka dengan pengajar atau dosen, tetapi kita mendapatkan ilmu yang kita butuhkan. Oleh karena itu kita sebagai pelajar ataupun mahasiswa harus dengan pandai memakai fasilitas yang sudah ada di lingkungan untuk kepentingan belajar. Contohnya seperti wifi yang ada di kampus, cafe, dan lain-lain.

Minggu, 04 Desember 2016

Resep Untuk Membuat Sambal Kerang enak dan praktis

BAHAN SAMBAL KERANG
250 gram cabe merah, haluskan
1 batang serai, memarkan
3 siung bawang putih, iris tipis
3 butir bawang merah, iris tipis
2 lembar daun jeruk, remas-remas
50 ml minyak untuk menumis
500 gram kerang, rebus
1 cm jahe, memarkan
1 sendok teh garam
CARA MEMBUAT SAMBAL KERANG
  • Panaskan minyak, lalu kemudian tumis bawang putih, bawang merah dan daun jeruk hingga terasa harum. Lalu kemudian masukkan cabe dan aduklah sampai matang.
  • Masukkan kerang, serai, jahe dan garam. Lalu aduklah hingga kerang matang dan terlihat berminyak
  • Nah Sambal Kerang pun siap untuk disajikan!

MICROSOFT EXCEL



data 1 data 2 total 
76 67 143
66 34 100
76 55 131
54 43 97
34 67 101
67 86 153
87 88 175
98 72 170
99 60 159
85 93 178
SUM 742
MEDIAN 76
STDEV 20,0322
MODUS 76
N 76

Psikologi Umum 


Gangguan Tidur : Permasalahan Tidur
Pada waktu atau waktu lainya , hampir sebagian besar dari kita mengalami kesulitan tidur. Kondisi ini disebut dengan insomnia.  Hal tersebut dapat terjadi karena adanya suatu masalah. Akan tetapi, pada beberapa kasus insomnia tidak memiliki penyebab yang jelas.
Insomnia merupakan permasalahan yang banyak terjadi pada wanita dan orang dewasa yang lebih tua kemungkinan mengalami insomnia, demikian juga halnya dengan orang yang sangat kurus dan depresi. Beberapa orang mengira mereka mengalami permasalahan tidur biasanya salah dalam memberikan penilaian. Sebagai contoh nya para peneliti dalam laboratorium tidur menemukan bahwa beberapa orang dengan insomnia secara akurat dapat meningat kembali suara yang mereka dengar saat tertidur, yang memberikan kesan jika mereka tebangun sepanjang malam.
Seperti yang dicatat oleh Brandon liebig seorang ahli teknologi tidur “ pasien yang diamati seringkali memiliki latar belakang medis yang rumit dan permasalahan kesehatan, dan sebagian memiliki keterbatasan kognitif atau kondisi psikologis lain yang menyertainya sebagai tambahan dari gejala tidur mereka.”
Permasalahan tidur lainya kurang dikenali dibandingkan dengan insomnia. Misalnya seperti :
•      Apnea tidur adalah kondisi dimana seseorang memiliki kesulitan bernafas saat tidur. Hasilnya adalah gangguan tidur, gelisah, dan kehilangan tidur REM ( Rapid eye movement ) yang signifikan, saat orang tersebut terus menerus terbangun ketika kekurangan oksigen menjadi semakin besar, sehingga cukup untuk membangunkan respons terbangun.

  •          Night terror adalah bangun secara tiba tiba dari tidur non- REM yang disertai dengan ketakutan yang luar biasa, panik, dan timbulnya aspek psikologis yang kuat. Gangguan ini biasanya terjadi saat gelombang rendah, tidur non-REM.  Gangguan ini biasanya terjadi pada anak usia antara 3 hingga 8 tahun.

•      Narcolepsy adalah tidur yang tidak dapat dikendalikan, yang muncul dalam periode waktu yang singkat saat individu tersebut sedang terbangun.
•      Kita relatif sedikit mengetahui mengenai sleeptalking dan sleepwalking. Sleeptalking dan sleepwalking lebih sering terjadi pada anak-anak dibandingkan orang dewasa. Penderita sleeptalking dan sleepwalking biasanya mengalami kesadaran yang samar dari dunia disekitar mereka.